Menurut survei BBG yang diakukan oleh Gallup pada bulan Februari-April 2014, pendengar radio VOA hanya 1,8 persen, atau sepersepuluh dari jumlah penonton televisinya yang mencapai 18,5 persen. Oleh karena itu, meski siaran radio dihentikan, siaran televisi akan terus jalan dengan frekuensi 3,83 jam seminggu.
"Indonesia tetap menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri dan siaran. Sumber daya yang ada akan dipindahkan dari radio ke televisi dan media online," tulis BBG.
VOA merupakan perangkat AS dalam menjalankan strategy soft power dalam kebijakan luar negeri dan diplomasi publik. Salah satu misinya adalah mendorong terjaganya tatanan internasional dan memajukan kebijakan AS di Asia Pasifik melalui peningkatan kesadaran dan keterlibatan publik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar